Journal

Hari Baru, Keseruan Baru

Banyak orang yang menjalani hari dengan rutin, aman, dan sesuai rencana. Kemudian setelah bertahun-tahun menjalaninya, dia pun menyadari bahwa hidupnya terasa hambar dan monoton.

 

Apa saja yang bisa kita lakukan agar setiap hari terasa baru? Berikut adalah kegiatan-kegiatan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari agar hidup kita lebih variatif!

 

 

Jalur baru ke tempat kerja

Jalur yang kita gunakan ke tempat kerja mungkin yang paling hemat waktu, uang, dan bensin. Tapi jalur baru bisa membuat kita melihat hal-hal baru di perjalanan.

 

Ikut kelas online

Coba ikut kelas online yang terjangkau, dan pelajari hal baru! Kamu juga bisa meminta teman kamu yang memilih dan mendaftarkan kelas online ini. Kamu tidak akan menyangka apa yang dia pilihkan!

 

 

Hadiah untuk orang baru

Cobalah tolong seseorang yang tak dikenal, atau lakukan hal baik pada mereka. Berikan pujian, hadiah kecil, atau sekedar sapa mereka. Bisa jadi mereka sedang membutuhkan energi positif dari dirimu, dan kamu bisa mendapatkan energi positif dari mereka.

 

Belajar kata atau kalimat baru

Bisa dari bahasa yang tidak kamu kuasai, atau dari bahasa yang sudah kamu tahu. Sebuah kata atau kalimat mungkin sederhana, tapi memberikanmu pelajaran kecil yang bisa berujung pada semangat belajar yang lebih besar.

 

 

Memasak sesuatu yang baru

Memasak adalah eksperimen kimia paling lezat yang kita tahu. Sekarang, mencari resep di internet sekarang sangat mudah. Jadi tidak ada yang menghalangi kita untuk mencobanya.

 

Menulis cerita

Bisa cerita fiksi, bisa cerita yang pernah kamu ketahui, atau mungkin membuat fiksi berdasarkan apa yang kamu alami kemarin.

 

 

Beranikan diri melakukan hal “itu”

Kita semua punya hal “itu”. Hal yang kita takutkan atau terlalu malas untuk lakukan. Coba lakukan sekarang!

 

Pergi ke tempat baru weekend ini.

Restoran baru, tempat wisata baru, daerah baru, apapun yang bisa kamu jangkau di weekend ini!



Ikut kegiatan komunitas

Teman baru, perspektif baru, pengalaman baru. Carilah komunitas yang terbuka dan cocok dengan kepribadianmu.

 

 

Dan banyak lainnya!

Selama itu hal yang baru, coba saja lakukan. Pastikan kamu melakukan sesuatu yang cukup menantang, tapi tetap aman bagi fisik maupun mental. Mengunjungi klub panahan setempat dan berlatih memanah adalah ide bagus, tapi pergi ke Afrika untuk memanah binatang liar adalah ide yang buruk.

 

Semua hal di atas terdengar mudah, tapi banyak dari kita yang kesulitan untuk melakukannya, bahkan satu kali saja. Yang menghalangi kita untuk melakukan semua hal di atas adalah rasa ragu, ketakutan, atau kemalasan. Bayangkan jika kita bisa mengalahkan ketiga perasaan ini, maka kamu akan mencoba beberapa hal di atas dan mengalami hari-hari yang menarik!

 

Menghadapi ketakutan, memulai kehidupan

Menghadapi ketakutan, memulai kehidupan.

 

Hidup di era modern penuh dengan tantangan, tapi selalu terbuka untuk kita nikmati setiap saatnya. Menjalani hidup seperti petualangan besar membuat kita selalu menanti esok hari karena selalu ada hal yang kita nantikan. Dalam sebuah petualangan, pasti ada risiko yang harus kita ambil. Risiko-risiko ini, baik besar maupun kecil, menjadikan momen-momen kita lebih seru, usaha kita terasa lebih bermakna, serta membuat kita lebih menghargai semua hal di sekeliling.

 

 

Sayangnya, seringkali kita terlalu takut untuk mengambil risiko apapun.

Marcus Aurelius berkata, It is not death that a man should fear, but he should fear never beginning to live. Seharusnya, ketakutan terbesar kita adalah menjalani hidup tanpa sepenuhnya hidup.

 

Tapi pada kenyataannya banyak ketakutan lain yang harus kita hadapi setiap hari. Takut kehilangan pekerjaan, takut mendapatkan reputasi buruk, takut celaka, takut jauh dari orang tersayang, dan banyak ketakutan lainnya.

Lalu, bagaimana cara kita bisa menghadapi ketakutan ini dan perlahan mulai menjalani hidup yang seru dan memorable?

 

 

Bayangkan skenario terburuk dan terbaik.

Apa hal terburuk yang mungkin terjadi jika kamu mengambil sebuah risiko? Seringkali ketakutan kita sebenarnya tidak logis, dan saat kita mulai membayangkan dampak dari keputusan secara detail, kita akan sadar bahwa skenario terburuk sebenarnya tidak seburuk perasaan khawatir dan tegang yang muncul karena ketakutan.

Disisi lain, coba bayangkan juga skenario terbaik. Yang harus kita lakukan adalah berhenti berekspektasi bahwa skenario itu bisa terjadi. Anggaplah skenario terbaik ini seperti menang undian. Jangan paksa diri kamu untuk mendapatkan skenario ini, biarkan kita menikmati proses yang terjadi berkat keputusan mengambil risiko tertentu.

 

 

Pelajari dan terima.

Dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang apa yang kamu takutkan. Pada dasarnya manusia takut pada hal-hal yang tidak pasti dan tidak diketahui. Dengan informasi yang banyak, kita bisa mengurangi kekosongan pengetahuan ini. Selanjutnya, cobalah menerima bahwa diri kita memang memiliki ketakutan tersebut. Tidak perlu memaksakan diri untuk tidak takut, karena orang yang berani bukan berarti tidak kenal takut, tapi bisa mengelola ketakutannya. 

 

 

Ceritakan ketakutanmu.

Sebelum kita memberanikan diri melawan ketakutan, beranikan diri untuk membicarakan ketakutan. Mulai komunikasikan ketakutan kita pada orang terdekat, sehingga ketakutan kita yang seringkali abstrak, perlahan menjadi konkret. Ingat! Sedekat apapun kamu dengan seseorang, mereka tidak bisa sepenuhnya membantu menghadapi ketakutanmu. Ini adalah pertarungan yang harus dihadapi masing-masing, dan kita semua punya cara untuk memenangkannya.

 

 

Tentukan hadiah.

Hadiah terbesar dari melawan ketakutan adalah keberanian mencoba. Tapi tidak ada salahnya menentukan hadiah bagi diri sendiri jika kita berhasil menghadapi sebuah ketakutan. “Jika saya berhasil berkenalan dengan satu orang baru setiap hari selama 10 hari berturut-turut, saya akan membeli secangkir kopi yang mahal”. “Jika saya berani membuka bisnis sampingan, saya akan menggunakan profit pertama untuk membeli benda yang saya inginkan”. Hadiah-hadiah kecil ini penting agar menjadi insentif bagi diri sendiri. Selain itu, mendorong diri untuk memenuhi prasyarat tertentu sebelum mendapatkan sesuatu bisa membuat sebuah pembelian lebih bermakna.

 

Masing-masing orang memiliki ketakutan yang disadari maupun tidak. Menghadapinya tidak mudah, tapi krusial untuk pengembangan diri. Anggaplah semua ketakutan yang kita alami sebagai jalan menuju kepuasan mendalam. Karena tanpa ketakutan, semua hal akan terasa mudah. Padahal hidup akan terasa lebih bermakna jika kita bisa menantang diri untuk melewati kesulitan demi meraih sesuatu yang kita harapkan.

Ingin tahu ini, Ingin tahu itu, banyak sekali~

Ingin tahu ini, ingin tahu itu, banyak sekali!

 

Ada frasa dalam bahasa inggris yang berbunyi: “curiosity kills the cat”. Inti dari Idiom ini adalah pesan tentang bahaya rasa ingin tahu bagi siapapun. Tapi di dunia yang membebaskan akses informasi dan pengetahuan, kenapa harus takut cari tahu?

 

Di sudut pandang tertentu, paling tidak ada dua jenis pengetahuan. Pengetahuan yang berhubungan dengan urusan orang lain, dan pengetahuan yang berguna untuk mengembangkan diri kita. Idiom di atas sepertinya lebih menyinggung jenis pengetahuan pertama, karena jika kita menggali terlalu banyak tentang orang lain, bisa jadi pihak yang bersangkutan merasa terganggu dan berbalik mengusik kita. Sebaliknya, kita justru butuh memperbanyak beragam pengetahuan jenis kedua. Biarkan diri kita semakin penasaran, cari terus berbagai ilmu, fakta dan informasi, dan buatlah diri kita terbiasa mencari tahu lebih banyak!

 

Ada beberapa alasan utama kenapa keingintahuan sangat penting di era modern. Selain alasan-alasan mendasar seperti kebutuhan pekerjaan atau informasi tambahan, rasa ingin tahu memiliki manfaat lainnya.

 

 

Lebih happy

Selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari, selalu ada passion baru yang sedang kita dalami, selalu ada keinginan untuk berpetualang dan mencari pengalaman baru. Rasa ingin tahu yang tinggi berujung pada kehidupan yang seru. Di era yang serba mudah ini, tidak ada yang menghalangi kita untuk mengeksplorasi, mendalami dan mengerti ilmu-ilmu baru. Satu-satunya batasan adalah keingintahuan kita!

 

 

Mengembangkan empati

Rasa ingin tahu membuat kita tidak mudah mengambil kesimpulan, apalagi menghakimi. Keingintahuan membuat kita ingin tahu berbagai seluk beluk, sudut pandang, pola pikir, dan informasi yang mendasari sebuah kejadian. Tentunya ini juga berlaku ketika kita menghadapi orang lain. Apapun sifat dan tingkah laku seseorang, kita tidak langsung menerimanya mentah-mentah. Selalu ada proses bertanya dan memahami yang dapat mengembangkan empati dalam diri. Pada akhirnya kita pun sadar bahwa orang yang terlihat sangat baik pun masih manusia, dan orang yang bersifat buruk bisa jadi punya alasan dibalik aksi-aksinya.

 

Lebih terbuka dan up-to-date

Bayangkan bertemu orang yang tidak tahu dan tidak mau belajar cara mengirim email, atau mereka yang masih rasis antar sesama orang Indonesia. Pasti kita merasa orang ini gaptek, keras kepala, atau ketinggalan zaman. Rasa ingin tahu adalah cara agar kita tidak menjadi salah satu orang tersebut. Berhenti terpaku dengan metode, ideologi, dan pemahaman lama, jangan sampai kita mudah termakan stereotype dan stigma. Di dunia yang terbuka dan terhubung, tidak ada tempat bagi mereka yang takut mengubah sudut pandang dan pola pikir.

 

 

Hubungan yang semakin baik

Studi membuktikan bahwa orang yang punya rasa ingin tahu tinggi bisa memberikan aura positif bagi orang-orang di sekitarnya, sehingga meningkatkan kualitas hubungan mereka. Orang-orang ber keingintahuan tinggi selalu menyisihkan waktu untuk bertanya, dan tidak pernah meremehkan suatu fakta, kondisi, atau sudut pandang. Sikap ini sangat bermanfaat untuk menjalin hubungan baik karena orang-orang selalu menyukai pribadi positif yang terbuka dengan pendapat orang lain.

 

Tentu rasa ingin tahu yang tinggi memiliki banyak manfaat lainnya. Mungkin di antara kita banyak yang sudah merasakan manfaat tersebut. Yang pasti, manusia bisa berkembang hingga sampai di era modern berkat perasaan ingin tahu yang besar. Karena perasaan inilah yang membuat siapapun berani untuk mengeluarkan usaha lebih, mencari cara, serta mengejar ambisi.

Memulai Petualangan Hidup

Memulai petualangan hidup

 

Tidak ada yang bisa mengingat momen kelahiran diri sendiri. Rata-rata orang memiliki ingatan pertamanya di umur 3.5 tahun, dan disanalah kita mungkin merasa hidup bermula. Tapi memori masa kecil biasanya dipenuhi dengan kepolosan dan keingintahuan, sehingga diri kita yang sudah dewasa pasti mengalami perubahan karakter. Bisa jadi hidup terasa bermula saat kita remaja. Kita sudah mulai memahami berbagai emosi dan rasa, mulai memiliki keinginan, bertemu dengan teman-teman, dan memiliki cita-cita yang realistis. Tapi bahkan masa remaja pun bisa terasa berbeda, karena semua keputusan yang kita ambil seringkali jauh dari bijaksana. Cinta monyet, kenakalan remaja, dan mimpi sementara adalah fenomena masa remaja yang tidak lagi terjadi saat kita dewasa.

 

Lalu kapan sebenarnya hidup bermula? Apakah saat kita memutuskan masuk perguruan tinggi? Saat kita mulai bekerja? Atau setelah menikah dan berkeluarga?

 

Bagi kami, hidup baru benar-benar bermula saat kita mulai melihatnya sebagai sebuah petualangan.

 

Setelah mendapatkan satu kesempatan hidup di dunia, kita tidak seharusnya menyianyiakannya begitu saja. Dengan mengambil setiap langkah, setiap tindakan, setiap keputusan, bahkan setiap kita membuka mata di pagi hari, kita sebenarnya sedang menjalani sebuah petualangan besar. Tidak ada yang bisa menjalani petualangan ini kecuali diri kita sendiri, dan dunia selalu menunggu kita untuk mulai melakukan semuanya dengan sepenuh hati.

 

 

Wake up in the morning!

Jika kita menonton film atau membaca buku bertema petualangan, tidak pernah sekalipun tokoh utama kita bangun pagi dengan rasa malas atau frustasi. Mereka selalu sigap dan siap untuk melanjutkan petualangan menuju suatu tempat, mencari suatu benda atau menolong seseorang. Mereka selalu bersemangat bukan karena mereka ada di tengah pegunungan atau dalam belantara hutan, tapi karena mereka sedang berada dalam sebuah petualangan besar.

 

Perasaan menjalani petualangan ini bisa kita dapatkan dengan mengubah cara kita melihat hidup. Hari-hari mungkin terasa repetitif, tapi percayalah bahwa semua usaha selalu berujung sesuatu. Ingat bahwa kita hidup di era yang serba cepat, dan akan selalu ada perubahan seru yang menanti kita kedepannya. 

 

 

Sense of survival

Banyak dari kita yang hidup dengan risiko minim. Jika sesuatu tidak selesai dikerjakan, akan selalu ada besok. Jika pekerjaan kita tidak menghasilkan, selalu ada kesempatan lain.

Jika kita bukan tentara, atlet, atau pebisnis, selama kita berperilaku baik, memberikan usaha cukup dan tidak membuat masalah, kita bisa mendapatkan sense of security ini.

 

Tapi bayangkan jika kita sedang tenggelam. Satu-satunya keinginan kita adalah untuk bergerak ke permukaan dan mengambil napas. Melihat hidup sebagai sebuah petualangan berarti mengaktifkan sense of survival kita. Seperti layaknya para petualang, kita melihat pekerjaan seperti binatang buas yang siap menerkam jika tidak kita kalahkan. Tidak ada hari esok, tidak ada kesempatan lain, lakukan yang terbaik atau kita tidak akan selamat.

 

 

Melihat hidup sebagai petualangan berarti menjalani setiap harinya dengan sepenuh hati dan terhindar dari kemalasan. Dibalik itu semua, kita akan menjadi seseorang yang seru, positif, dan disukai orang lain. Bahkan sikap ini mungkin bisa memberikan manfaat bagi sekitar kita, karena perubahan kecil dalam diri kita bisa saja berdampak luas bagi dunia.

Belajar Mencintai Alam

Alam adalah bagian terpenting dari kehidupan kita. Mungkin kita sudah nyaman hidup di daerah perkotaan dan bukan tipe orang yang menyukai petualangan di alam. Bisa jadi kita merasa smartphone, laptop dan internet lebih penting untuk kehidupan kita. Atau mungkin kantor, rumah, mobil, dan berbagai fasilitas perkotaan terasa lebih penting dan berdampak langsung pada kehidupan kita. Tapi ini semua hanyalah alat yang diciptakan manusia agar kehidupan kita jadi lebih nyaman. Esensi dari hidup ini sebenarnya ada di alam. Semua alat yang diciptakan manusia pada akhirnya tidak bisa mengontrol alam. Kita tidak bisa selalu menghalau cuaca buruk, kita tidak bisa menantang bencana alam, dan yang paling esensial adalah, kita akan selalu membutuhkan udara segar.

 

Jika alam adalah bagian terpenting, tentu kita sebagai orang yang terbiasa dengan fasilitas perkotaan ingin bisa lebih bisa menghargainya. Banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus pergi jauh ke tempat terpencil. Alam selalu ada di sekitar kita, dan rasa cinta kita pada alam dapat dipupuk dengan kegiatan sehari-hari.

 

 

Rasakan manfaatnya bagi diri sendiri

Kita tidak mungkin bisa menghargai dan melindungi alam jika kita tidak bisa merasakan manfaatnya. Tentu saja banyak manfaat besar yang sudah sering kita dengar di media-media seperti mencegah pemanasan global, mempertahankan keanekaragaman, melindunginya untuk generasi masa depan, dan misi-misi raksasa lainnya. Tapi ada juga manfaat yang bisa kita rasakan langsung setiap hari. Mengunjungi alam bisa membuat kamu lebih tenang, rileks, dan membuka pikiran. Berolahraga di alam membuat kita lebih segar. Keindahan alam selalu menarik untuk dilihat, difoto, dan dijelajahi. Alam pun bisa menjadi sumber inspirasi. Manfaat langsung inilah yang bisa membuat kita semakin bisa menghargai alam.

 

 

Melihat langit

Kita hanya perlu melihat ke atas! Tapi kita bahkan sering lupa untuk melakukan ini. Melihat langit membuat kita sadar bahwa dunia tidak se sempit ruang kerja atau kamar kita. Kita pun sadar bahwa ada sesuatu yang besar diluar sana, menunggu untuk kita eksplorasi dan temui. Rasa cinta kita pada dunia akan muncul lewat kesadaran ini, dan kita pun bisa menemukan kembali semangat menuju alam.

 

Kunjungi tempat terdekat

Hutan kota atau bahkan taman, selalu ada tempat terbuka yang dapat kita jangkau. Jika kita langsung merencanakan pergi ke tempat terpencil yang memakan waktu belasan jam untuk mencapainya, tentu alam terasa jauh dari keseharian kita. Bangun dulu rutinitas ke tempat terdekat, baru perlahan kita bisa mulai mengunjungi tempat-tempat yang lebih jauh.

 

 

Pergi dengan teman dan keluarga

Pergi sendirian ke alam akan terasa inspiratif dan menenangkan. Pergi bersama teman dan keluarga memberikan sensasi yang berbeda. Berbagi pengalaman di alam dengan orang-orang terdekat terasa menyenangkan, seru, dan memorable. Membawa anak kecil ke alam juga bisa jadi pengalaman edukatif bagi mereka. Anak-anak bisa melihat langsung tumbuhan dan binatang, bukan hanya lewat TV atau gadget.

Meskipun kita terbiasa dengan kehidupan kota, perubahan suasana akan selalu ditunggu. Dunia ini patut kita pertahankan karena kita tidak bisa selamanya hidup terpisah dari alam. Mulai dari diri kita sendiri, kemudian tularkan rasa cinta ini pada generasi-generasi selanjutnya.

How to be Eco Friendly

How to adopt Eco Friendly lifestyle

 

Istilah Eco Friendly pasti sudah tidak asing terdengar. Mulai dari demam sedotan besi sampai hilangnya kantong plastik di supermarket-supermarket besar, banyak perubahan yang dilakukan oleh bisnis dan brand agar kita bisa hidup lebih selaras dengan alam. Cara hidup ini sangat penting, karena selama beberapa ratus tahun terakhir, manusia sudah terlalu banyak merusak alam. Sains memprediksikan jika kita terus melakukan ini, kita akan kehilangan tempat tinggal dalam kurun kurang dari 100 tahun. 

 

Mengingat kondisi ini, normal jika banyak orang yang memilih cara hidup yang lebih Eco Friendly. Selain sekadar mengikuti trend atau kebijakan, ada beberapa cara hidup Eco Friendly lain yang bisa kita mulai lakukan hari ini.

 


 

Botol minum

Konsumsi plastik manusia sangatlah besar, kita bisa mencoba menguranginya dengan rutin menggunakan botol minum yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali. Hari ini, dunia masih menggunakan lebih dari 500 milyar botol plastik per tahunnya. Botol-botol ini menjadi tumpukan sampah yang sulit dihancurkan dan melepas racun berbahaya ke udara.

 

 

Kurangi daging

Sapi, ayam, dan binatang ternak lainnya memenuhi hampir seluruh lahan pertanian, namun hanya menopang kurang dari seperempat kebutuhan makanan dunia. Bayangkan jika kita mengurangi setengah saja konsumsi daging, dunia bisa menghasilkan jauh lebih banyak makanan dengan penggunaan lahan yang lebih sedikit.

 

Pakaian ramah lingkungan

Dengan harga yang sedikit lebih mahal, kamu bisa mendapatkan bahan yang lebih berkualitas, enak dipakai, tanpa harus terus menerus membeli pakaian baru. Sayangnya, orang-orang masih memilih kuantitas dibanding kualitas, dan kita harus mulai berhenti melakukan ini.

 

 

Beli refill

Sabun, kosmetik, atau kebutuhan kebersihan dan kecantikan lainnya menggunakan banyak kemasan plastik. Pilihlah produk yang menjual isi ulang, agar kamu tidak perlu terus menerus membeli kemasan baru setiap kali produknya habis.

 

Belanja barang lokal

Mengirim barang dari tempat yang jauh, baik itu makanan, pakaian, atau barang-barang lain, membutuhkan banyak energi. Mulai dari bahan bakar transportasi hingga kemasan yang lebih berlapis, membeli barang yang diproduksi di luar negeri tidaklah ramah lingkungan. Keputusaan kecil seperti memilih brand lokal dan membeli dari petani terdekat berdampak besar bagi kesehatan lingkungan.

 

 

Energi terbarukan

Panel surya belum terlalu populer di Indonesia, padahal sudah banyak penyedia jasa yang bisa membantu pemasangan. Selain lebih hemat, berinvestasi di panel surya adalah cara kita memberi “hadiah” bagi generasi-generasi selanjutnya.

 

Tentunya kita tidak bisa langsung melakukan ini semua, pilihlah beberapa dan mulai hidup dengan lebih Eco Friendly. Dibalik semua manfaat bagi lingkungan, cobalah mulai menghitung biaya yang harus dikeluarkan. Kamu akan menemukan bahwa pilihan hidup Eco Friendly jauh lebih murah, dan kamu bisa menggunakan dana yang berhasil kamu hemat untuk keperluan lain!

Berhasil Karena Terdesak

Sebenarnya tidak ada definisi pasti dari kesuksesan. Orang yang paling kaya atau terkenal belum tentu merasa dirinya sukses. Orang yang biasa saja, atau kita pandang sebelah mata, bisa jadi sudah merasa dirinya cukup sukses. Akan lebih mudah jika kita melihat kesuksesan sebagai buah dari banyak keberhasilan. Karena tentunya kita secara natural ingin berhasil dalam segala hal yang kita lakukan. Seperti apapun definisi atau kondisi sukses yang kita harapkan, cara meraih keberhasilan selalu menjadi perdebatan. Punya banyak sumber daya, kegigihan, atau strategi yang cerdik adalah resep utama untuk meningkatkan kemungkinan berhasil. Selain itu, salah satu kondisi yang sering berujung pada keberhasilan adalah kondisi terdesak.

 

Pernah dengar istilah power of kepepet? Sebuah jurus yang sedikit berbau pembelaan, sering dipakai oleh para deadliner yang berhasil menyelesaikan tugas meskipun hanya bekerja di beberapa saat terakhir sebelum tenggat waktu. Seolah ada energi tambahan yang muncul karena waktunya sudah “mepet”; pekerjaan yang normalnya butuh diselesaikan dalam beberapa minggu bisa selesai dalam beberapa jam.

 

 

Banyak orang yang harus masuk dalam kondisi yang terdesak, hingga akhirnya mereka melahirkan karya atau ide yang cemerlang. Sebelum menulis Harry Potter JK Rowling kehilangan ibunya, kabur bersama anaknya dari KDRT, jatuh miskin, nyaris kehilangan rumah dan sempat berpikir untuk bunuh diri. Oprah Winfrey yang dilecehkan dan dipukuli, kabur dari rumah di umur 13 tahun, dan di umur 14 tahun melahirkan bayi yang langsung meninggal. Atau Abraham Lincoln yang bisnisnya gagal, mengalami depresi, hingga berkali-kali terkena gangguan syaraf sebelum dan semasa dirinya menjabat sebagai presiden AS. Orang-orang ini, serta banyak orang lainnya, tidak memiliki banyak ruang untuk bersantai sehingga satu-satunya jalan adalah dengan bekerja keras dan meraih keberhasilan.

 

 

Studi yang dilakukan oleh tim sepakbola Ajax di tahun 1995, menyatakan bahwa pemain-pemain yang datang dari keluarga bercerai justru memiliki kegigihan lebih tinggi. Sejak kecil, mereka terlatih untuk berdiri sendiri, tanpa punya opsi untuk mengandalkan orang lain. Tentu ini terdengar menyedihkan, tapi juga memberikan kita pemahaman bahwa kondisi yang buruk bisa berujung kekuatan.

 

 

Buat kita yang (semoga saja) dalam kondisi baik, jangan jadi cari masalah juga! Kondisi terdesak bisa muncul tanpa harus benar-benar mengalami tekanan dunia. Coba latih diri kita agar punya mindset nothing to lose dengan memberanikan diri mencoba hal baru dan melepaskan hal-hal yang tidak esensial dalam hidup. Selain itu, coba munculkan perasaan “darurat”; bahwa kita tidak boleh gagal, dengan keluar dari zona nyaman, masuki situasi-situasi yang mendorong kita mengambil risiko psikologis maupun materil seperti mengikuti acara networking atau berinvestasi. Hanya dalam kondisi-kondisi inilah, kita bisa mendesak diri kita sendiri dan

 

 

Salah satu ilustrasi paling menarik tentang keberhasilan yang cuma mungkin didapatkan lewat situasi mendesak digambarkan di film The Dark Knight Rises. Setelah dikalahkan Bane, Bruce Wayne terkurung di penjara terburuk di dunia dan berusaha memanjat keluar. Meskipun berkali-kali gagal, ia terus mencoba karena pernah ada anak kecil yang berhasil memanjat lalu melompat keluar. Hingga akhirnya Bruce Wayne mengetahui 1 perbedaan penting antara dirinya dan anak tersebut. Sang anak tidak menggunakan tali pengaman; jika ia gagal melompat, ia akan jatuh dan mati.

Mungkin ini hanya cerita, tapi dampaknya nyata di dunia kita. Ingat-ingat lagi masa ketika kamu tidak punya ruang lagi untuk gagal dan hanya ada satu kesempatan terakhir yang harus kamu manfaatkan. Disitulah kamu kamu akan berhasil mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Kekuatan Pagi

Pagi hari adalah waktu yang sangat penting. Kegiatan-kegiatan yang kamu lakukan di pagi hari bisa berdampak sampai seharian penuh. Jadi, aktivitas apa saja yang sebaiknya kita prioritaskan di pagi hari agar kita bisa terus semangat dan produktif sepanjang hari?

 

 

Prioritas: tenangkan pikiran

Banyak kegiatan sederhana yang bisa membuat pikiran kamu tenang. Mengatur nafas, bermeditasi, beribadah atau mengingat mimpi adalah beberapa diantaranya. Dengan pikiran yang tenang, kamu akan jadi lebih fokus, dan mental akan lebih siap untuk menjalani hari.

 

Tunda: cek pesan, email, dan media sosial.

Membuka smartphone tepat setelah membuka mata di pagi hari membuat pikiranmu berantakan. Kamu akan kehilangan kontrol karena otakmu hanya akan merespon stimulan yang disampaikan langsung atau tidak langsung lewat berbagai media digital.

 

 

Prioritas: olahraga ringan

Kegiatan fisik ringan di pagi hari bisa membangunkan otot-ototmu, bahkan meningkatkan mood. Olahraga juga membuat tubuh memproduksi hormon endorfin, sehingga bisa membuat pagi hari lebih ceria.

 

Tunda: pekerjaan besar.

Cara terbaik meningkatkan semangat adalah dengan merasakan pencapaian. Jika kita melakukan pekerjaan besar, akan sulit untuk mendapatkan perasaan ini karena belum tentu pekerjaan ini bisa terselesaikan dengan cepat. Jadi mulailah hari dengan memasak, membuat tulisan pendek, atau mengambil foto, tunda dulu pekerjaan presentasi atau pitch deckmu.

 

 

Prioritas: rencanakan hari.

Tulis apa yang butuh kamu lakukan dan pengalaman apa yang ingin kamu dapatkan hari ini. merencanakan hari bisa membuatmu mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi. Kamu bisa terhindar dari banyak kekacauan!

 

Membangun kebiasaan itu tidak mudah. Coba mulai dan hindari satu atau dua hal dulu, dan lakukan dengan perlahan. Saat kegiatan ini sudah menjadi rutinitas, kamu bisa merasakan kekuatan pagi, yang akan memberimu semangat untuk menjalani hari!

 

--

Pancasila dan Sukacita Rakyat Tatkala Proklamasi Usai Dikumandangkan

Bukan hanya satu hari, kemerdekaan Indonesia masih terus diperjuangkan sampai hari ini. 

 

Merdeka. Seberapa sering kita mendengar kata tersebut?

 

Bung Karno sedang memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17-8-1945. (Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan oleh Ir. Sukarno dan didampingi oleh Moh. Hatta)

 

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno membacakan teks Proklamasi yang menyatakan kemerdekaan Indonesia. Tanggal tersebut diperingati setiap tahunnya sebagai hari kemerdekaan. 

 

Namun, Indonesia tidak serta-merta terbebas dari kekangan penjajah. Persiapan kemerdekaan pun makin gencar dilakukan. Satu hari setelah proklamasi, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang untuk menentukan dan menegaskan posisi bangsa Indonesia dari semula bangsa terjajah menjadi bangsa yang merdeka.

 

Rapat persiapan kemerdekaan yang dilakukan pada bulan Juni 1945. (Tampak Ir. Sukarno sedang menyampaikan pendapatnya)

 

Salah satu hasil dalam sidang tersebut adalah resminya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 yang ditandai oleh pidato Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan). Pidatonya pertama kali mengemukakan konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. 

 

Bung Karno mengemukakan bahwa kata Pancasila berasal dari bahasa Sansakerta, yaitu “panca” yang berarti “lima” dan “sila” yang artinya “asas atau dasar”. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam lima asas tersebut adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Setiap sila tersebut mempunyai lambang dan arti tersendiri.

 

Suasana rapat persiapan kemerdekaan pada saat terjadi voting

 

Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan. Berisi Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

 

Suasana pawai dalam rangka menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

 

Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, tepat 1 hari setelah proklamasi kemerdekaan. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

 

Suasana pawai yang meriah dalam rangka menyambut Proklamasi Kemerdekaan tersebut.
Ir. Sukarno memberikan penghormatan kepada pawai yang melintas di depannya



Sumber:

 

Ketetapan MPR No.I/MPR/2003

 

Raditya, I. N. (2020, November 30). Bunyi Isi Pancasila, Makna, Lambang, & Butir Pengamalan Sila 1-5. Retrieved from Tirto.id: https://tirto.id/bunyi-isi-pancasila-makna-lambang-butir-pengamalan-sila-1-5-f7zd

Ryfa. (2021). Hari Lahir Pancasila, Begini Kronologi dan Sejarahnya secara Lengkap. Retrieved from Badan Pembinaan Ideologi Pancasila: https://bpip.go.id/bpip/berita/1035/389/hari-lahir-pancasila-begini-kronologi-dan-sejarahnya-secara-lengkap.html

Sumber Foto:

Arsip Nasional Republik Indonesia

Seizing Extra Miles

Mencapai extra miles

 

Semua hal di dunia ini ada batasnya. Jika kamu menggunakan sesuatu diluar batas, fungsi benda tersebut akan berkurang, atau bahkan rusak. Ini terjadi pada semua hal, termasuk makhluk hidup. Botol plastik bisa meleleh jika dipanaskan berlebihan, kuda bisa mati kelelahan, bahkan besi bisa penyok jika bertabrakan dengan keras.

 

Manusia juga punya batasan. Kita harus makan, tidur, dan istirahat setelah bekerja seharian. Pekerjaan seperti atlet menuntut seseorang untuk mencapai batas mental dan fisiknya. Mereka dilatih untuk meraih kebugaran tertentu dan meraih prestasi. Perilaku atlet ini juga bisa diaplikasikan di keseharian kita. Agar kita bisa batas kemampuan kita, kita harus berani melampaui batas. Melakukan extra miles adalah salah satu caranya.

 

Ada dua jenis batasan manusia. Pertama adalah batasan fisik, dimana kita dibatasi dengan kapasitas biologis. Manusia tidak bisa berfungsi jika tidak tidur lebih dari 4 hari, temperatur tubuh standar kita berkisar di 36.5℃-37.5℃, dan kita butuh paling tidak 1200 kalori per hari untuk hidup. Batasan tipe ini seperti aturan yang sulit ditembus. Butuh latihan rutin dan keras jika kamu ingin melampauinya.

 

Source: unsplash.com

 

Jenis batasan yang kedua sangat berhubungan dengan ekspektasi. Batasan ini muncul dari kehidupan sosial yang memiliki anggapan tentang kemampuan rata-rata manusia, atau karena orang-orang di sekitar memiliki ekspektasi tertentu pada diri kita. Melakukan extra miles berarti menentang batasan kedua. Jika orang mengira kita cuma bisa menyelesaikan sejumlah pekerjaan, kita lakukan lebih. Saat mereka mengira kita akan terlambat, kita selesaikan tepat waktu. Ketika kita diremehkan karena dianggap kurang berpengalaman atau memiliki latar belakang tertentu, kita tunjukkan standar pekerjaan yang tinggi. Extra miles bisa mengubah ekspektasi orang, dan kita bisa melakukannya kapan saja.

 


Source: unsplash.com 

 

Melakukan extra miles berarti meyakinkan diri kita sendiri bahwa batasan yang dunia tancapkan pada kita itu tidak selalu benar. Jangan samakan extra miles dengan kerja berlebihan. Terkadang melakukan extra miles bukan berarti kerja sebanyak mungkin. Kadang extra mile hanya tentang sentuhan kecil yang menunjukkan kesungguhan dan dedikasimu terhadap sebuah karya.

 

Mari kita coba bertanya, apa yang bisa dilakukan untuk membuat sesuatu jadi lebih baik? Adakah usaha tambahan yang bisa berdampak besar? Lakukan hal itu dan buatlah mereka kaget, betapa banyak yang bisa berkembang lewat sebuah aksi kecil.

 

--

Copyright © 2020 PT. Dua Puluh Tiga